Mitsubishi Bakal Tambah Investasi di Indonesia

0
109
160rb mitsubishi outlander ditarik, mitsubishi outlander sport ditarik, mitsubishi outlander ditarik, outlander sport ditarik

Produsen otomotif asal Jepang, Mitsubishi Motors akan menambah investasinya di Indonesia. Salah satunya yaitu pembangunan pabrik mesin untuk mobil Xpander.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai bertemu dengan CEO Mitsubishi Motors Corporation (MMC) Osamu Masuko di Jakarta. “Salah satunya kami memberikan apresiasi kepada Mitsubishi Motors atas komitmennya menambah investasi di Indonesia, dengan meningkatkan kapasitas produksinya, tenaga kerjanya, dan ekspornya,” ujar dia di Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Menurut Airlangga, langkah Mitsubishi tersebut sebagai wujud nyata semangat dan kepercayaan diri pelaku industri di dalam negeri untuk terus melakukan ekspansi. “Mereka juga akan mendirikan pabrik mesin Xpander di Indonesia sehingga dapat mengoptimalkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Ini bagus untuk mengurangi ketergantungan impor,” kata dia. Dia menegaskan, industri otomotif merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang tengah diprioritaskan pengembangannya karena disiapkan menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri keempat. Hal ini sesuai dengan inisiatif peta jalan Making Indonesia 4.0. Untuk itu, Kementerian Perindustrian aktif mendorong terciptanya penambahan investasi baru maupun perluasan usaha, serta mengajak pelaku industri otomotif untuk mengadopsi teknologi terkini.

Upaya ini diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk merealisasikan target produksi mobil sebanyak 1,5 juta unit pada 2020. Pada kuartal I 2018, industri alat angkutan tumbuh sebesar 6,33 persen, di atas pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,06 persen. Industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain, juga masuk dalam lima besar investasi sektor manufaktur pada kuartal pertama tahun ini dengan nilai sebesar Rp 3,35 triliun. “Industri otomotif merupakan sektor andalan yang berkontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional,” ungkap Airlangga.

Hal ini tercermin dari sumbangsihnya kepada PDB yang mencapai 10,16 persen pada 2017 serta mampu menyerap tenaga kerja langsung sekitar 350 ribu orang dan tenaga kerja tidak langsung sebanyak 1,2 juta orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here